Keajaiban Ikhlas

Kalau magical berarti keikhlasan itu seharusnya mengubah sesuatu yang tadinya kita anggap tidak mungkin menjadi mungkin, menaikan kita ke taraf kehidupan yang lebih baik, bahkan memuliakan kedudukan kita dalam kehidupan ini.

Ikhlash itu bukan hanya menerima yang ada, karena banyak orang beranggapan bahwa ikhlas itu menerima yang ada; tetapi ikhlash itu terutama mengadakan yang lebih baik.

Jadi ada dua arah keikhlasan yaitu menerima yang ada dengan baik, dan mengupayakan akan adanya yang lebih baik. Semua itu adalah akar dari keihlasan. Karena tidak mungkin orang mendapatkan kedamaian, ketenangan, kelurusan berfikir; untuk mengadakan yang tadinya belum ada, mewujudkan yang tadinya masih berupa impian, kemudian menjadikannya yang lebih hebat tanpa menerima dengan ikhlash apa yang sudah terjadi, dan menjadikannya modal bagi perbaikan.

Banyak orang karena ketidak-mampuannya menerima yang sudah ada, hidupnya didalam pengandaian; sehingga dia tidak hidup dalam kehidupan yang betul2 nyata menuju keadaan yang lebih baik.

Sebagian dari kita masih berkutat hanya menerima yang sudah ada, belum sibuk menjadi pribadi yang produktif mengadakan yang lebih baik.

Janganlah menerima apa adanya, jika yang lebih baik masih mungkin. Jika anda mampu lebih baik, anak2 anda akan sekolah dengan lebih baik, keluarga anda akan hidup ditempat yang lebih nyaman, naik kendaraan yang lebih aman. Anda juga bisa berjalan-jalan ke tempat2 yang membahagiakan anak dan istri.

Mengupayakan yang lebih baik adalah sikap mensyukuri apapun yang telah ada pada diri ini, untuk mencapai yang terbaik dan ditinggalkan banyak orang.

Mungkin tidak ada orang yang lebih disia-siakan hidupnya, daripada dia yang diharuskan menerima apa adanya, saat yang lebih baik masih mungkin baginya.

Betapa disia-siakan kehidupannya, menua dalam potensi yang tidak digunakannya untuk memperbaiki dirinya padahal masih bisa. Hanya karena memiliki pengertian tentang ikhlas meminimalkan upaya, dengan hanya menerima yang ada.

Ikhlas itu tidak gratis, ikhlas itu harus dibayar, hanya yang membayarnya itu siapa?.  Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama, dan sebaik-baik pembayar adalah Tuhan.

Jadi kalau kita bekerja pada seseorang, kita dibayar dari orang itu, tetapi orang itu hanya perantara. Orang itu tidak akan digerakan Tuhan untuk membayar kita, kalau kita tidak memuliakan-Nya sebagai pembayar kita.

Jadi harapan kita untuk mendapatkan uang, bukan dari orang itu, tapi dari Tuhan. Keihlasan itu kepada Tuhan, bukan kepada makhluk; bahwa Tuhan sebaik-baik pembayar, orang hanya digunakan sebagai juru bayar.

Maka baiklah kepada yang membayar kita, tetapi hanya berharaplah kepada Tuhan.

Kalau kita sudah salah, ketahuan salah, ada buktinya salah, yang kita lakukan adalah mengaku salah. Semakin cepat mengaku salah dan meminta maaf, semakin cepat orang memaafkan.

Kalau kita mengeluh, biasanya karena kita membandingkan kekurangan kita, dengan kelebihan orang lain. Dia tidak melihat bahwa orang yang kita iri-kan itu memiliki masalah yang lebih besar, kemudian memprotes Tuhan dari apa yang dilihatny saja.

Janganlah membadingkan kelemahan kita dengan kekuatan orang lain, karena selalu ada yang lebih kuat dari itu, dan selalu ada yang lebih lemah dari kita. Dan janganlah membandingkan kelebihan kita dengan kelemahan orang lain, karena itu kesombongan.

Yang paling baik adalah mensyukuri. Mungkin penggunaan dari yang diberkatkan kepada kita, lebih penting dari hanya mengeluhkan kurangnya kita dibandingkan dengan orang lain.

Kalau kita mengeluh, ada 60 detik waktu produktif yang hilang. Orang yang mengeluh sedang mengaktifkan kelemahannya. Untuk setiap detik kita mengaktifkan kelemahan, ada satu kekuatan kita yang non aktif.

Untuk itu kalau ada biaya naik, maka hal pertama yang harus dipikirkan adalah bagaimana meningkatkan

pendapatan, kalau belum bisa baru berhemat.

Hampir tiap hari kita mendengar orang memprotes pimpinan/penjabat tentang ketidak-jujuran mereka, tapi tanpa tidak sadar dalam keseharian kita, kita berlaku tidak jujur. Kalau kita adil, kita akan perbaiki dulu kejujuran diri kita, sebelum meprotes orang lain tidak jujur.

Ikhlash itu sulit karena ikhlas itu bukan perasaan, ikhlas itu jalan hidup. Tidak ada kebaikan bisa sampai kepada kita kecuali diizinkan Tuhan.

Tidak ada yang bisa mencegah rezeki kita kalau tidak diizinkan Tuhan. Orang yang ikhlas itu menerima apa adanya untuk mengupayakan yang lebih baik.

Ikhlas adalah siklus tanpa akhir yang meghebatkan rejeki. Ikhlas adalah meminta yang terbaik. Tuhan Maha Pengasih dan Maha Kaya mintalah yang terbaik lalu bekerja untuk hasil terbaik. Bekerja bukan hanya sekedar diabsen, lalu berharap cepat pulang.

Ikhlas adalah meminta yang terbaik, bekerja untuk hasil terbaik, sampai detik terakhir kita menerima. Setelah itu kita terima dengan penuh syukur. Jika siklus ini terus berlanjut, tahu-tahu kita akan mendpat hati yang damai.

Kalau belum kaya sudah damai sehingga mudah kaya, kalau belum berkuasa sudah damai sehingga mudah berkuasa. Keberhasilan tidak harus terjadi dimusim ita, keberhasilan bisa saja terjadi dimusim keturunan kita.

Ilmu untuk menyerap ilmu orang lain:

– Tidak usah risaukan kekurangan diri. Anda bisa lebih berhasil walaupun tidak bisa lebih pandai, asalkan lebih rajin dan lebih mudah ditolong orang.

– Rayakan kehebatan orang lain. Pada detik pertama anda merayakan kehebatan orang lain, maka langsung hati anda damai. Salah satu beban dihati itu karena anda bersaing dengan orang yang tidak anda terima dengan ikhlas kehebatannya.

– Belajar untuk menjadikannya kualitas orang itu menjadi kualitas kita. Dan segera setelah itu anda harus bergaul dengan ornag yang lebih hebat lagi untuk  melakukan tahapan tadi.

Nikmatilah pertumbuhan orang ikhlas, orang ikhlas itu indah sekali hidupnya.

Banyak sekali karunia Tuhan yang kita anggap sepele dan dianggap tidak berguna. Karena sebetulnya Tuhan sedang menunggu kreatifitas kita, hanya kita tidak bergerak.

Jadi sebetulnya Tuhan itu sudah mau memberi, tetapi kita tidak bergerak. Kebanyakan dari kita kurang bergerak. Gerakan yang paling memuliakan kehidupan kita adalah gerakan yang menghubungkan kita dengan orang lain. Karena dalam pergerakan tersebut kita mendapat peluang untuk memberikan manfaat baginya.

Ikhlas, pasrah dan tulus mempunyai keajaiban yang besar. Tetapi terkadang kita gunakan untuk menerima penderitaan, untuk menerima kekalahan, untuk memaafkan kemiskinan.

Ikhlas, pasrah dan tulus adalah ilmunya orang hebat; setelah dia meminta yang besar, mengupayakan yang besar dengan cara2 terbaik, diberi apapun baru ikhlas.

Ikhlas, pasrah dan Tulus itu adalah ilmu yang hebat sekali yang kita gunakan untuk hal2 yang terlalu kecil.  Jadi kalau mau ikhlas, ikhlas-lah ber-Tuhan yang tiada banding.

Setiap kita mempunyai beban, ada beban karena kita kekurangan dan ada beban karena kita ingin melebihkan. Setiap jiwa Indonesia yang bekerja untuk melebihkan kedamaian bagi saudaranya, membantu orang lain, dan melebihkan kesejahteraan; tidak mungkin oleh Tuhan dibebani kekurangan.

Sehingga nanti senyumnya adalah berharapan baik diijinkan melayani banyak orang.

Ikhlas itu sederhana, pengetahuan yang dibutuhkan oleh orang yang rejekinya sedang tidak baik adalah pengetahuan pikiran, sikap dan prilaku yang tidak baik akan membatalkan rejeki.

Jadi kalau rejekinya ingin baik maka baikkan pikirannya, baikkan sikapnya dan baikkan prilakunya. Ikhlas itu sederhana, karena kita hanya tinggal menerima yang terjadi, apapun itu sebagai perintah untuk memperbaiki diri.

Orang ikhlas tidak akan bertahan menyalahkan orang yang menyalahkannya; salah atau benar, kalau orang lain melihat kita salah, maka kita perbaiki, jangan buktikan bahwa dia salah.

Jadi ikhlas itu menyegerkan kebahagiaan. Karena ikhlas itu menyegerakan kedamaian, menyegerakan kerja keras, menyegerakan syukur.

Jadi formulanya, menunda ikhlas = menyegerakan gelisah. Menyegerakan ikhlas = menyegerakan kebahagiaan.

 

Posted on August 1, 2011, in Artikel and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: